Magic Shop

(n.) a place to heal, to comfort, and to encourage each other through rough times—even when humans and ghouls are fighting again for more powers.

(Written by: @chaosmxth & @Beam0fLight)


History

Beberapa bencana yang sangat besar terjadi secara berturut-turut. Hal ini membuat populasi manusia dan juga tempat tinggal di bumi menurun drastis, bahkan hampir mendekati angka nol. Untuk mempertahankan diri di tengah kerasnya kehidupan di bumi pada masa post-apocalyptic, salah seorang manusia mengalami mutasi gen yang sangat parah. Mutasi gen ini memunculkan sebuah sel baru bernama RC Cell yang membuatnya berkali-kali lipat lebih kuat dari manusia biasa, tidak mudah terkena penyakit, bahkan memiliki senjata alami yang dapat keluar dari tubuhnya sendiri. Satu-satunya kekurangan dari perubahan ini adalah ia hanya bisa memakan daging manusia, yang menunjukkan bahwa dirinya tidak layak lagi disebut manusia biasa. Manusia ini menamai dirinya sebagai Dragon.


Hirano Sean

A One-eyed Reaper


Aibara Rise

A human-ghoul hybrid.


Timeline

TimeDescription
80 thn sebelum perang besarKemunculan Dragon.
Perang besarManusia dan ghoul saling memperebutkan kekuasaan.
3 thn setelah perang besar (saat ini)Situasi di Tokyo mulai stabil di bawah kepemimpinan Megumi.

Storyline

ChapterDescription
on progresson progress

History

Beberapa bencana yang sangat besar terjadi secara berturut-turut. Hal ini membuat populasi manusia dan juga tempat tinggal di bumi menurun drastis, bahkan hampir mendekati angka nol. Untuk mempertahankan diri di tengah kerasnya kehidupan di bumi pada masa post-apocalyptic, salah seorang manusia mengalami mutasi gen yang sangat parah. Mutasi gen ini memunculkan sebuah sel baru bernama RC Cell yang membuatnya berkali-kali lipat lebih kuat dari manusia biasa, tidak mudah terkena penyakit, bahkan memiliki senjata alami yang dapat keluar dari tubuhnya sendiri. Satu-satunya kekurangan dari perubahan ini adalah ia hanya bisa memakan daging manusia, yang menunjukkan bahwa dirinya tidak layak lagi disebut manusia biasa. Manusia ini menamai dirinya sebagai Dragon.

Dragon berniat menyebarkan 'kekuatan' kepada manusia yang masih bertahan hidup di sekitarnya. Ia meminta orang-orang untuk berkumpul di depan sebuah bangunan tertinggi di tempatnya tinggal. Sesuai dengan namanya, Dragon berubah menjadi seekor naga besar yang melingkari bangunan tertinggi di sekitar sana. Tubuhnya mengeluarkan cairan mengandung RC Cell yang membuat siapapun yang terkena benda itu akan memiliki kekuatan sama sepertinya.

Setelah membagi RC Cell kepada manusia di sekitarnya, Dragon tidak dapat kembali ke bentuknya semula. Tubuhnya yang begitu besar membuatnya tidak dapat bergerak. Dragon akhirnya melemah dan mati dalam bentuk monsternya.

Populasi yang berubah akibat mutasi gen itu menamai diri mereka sebagai ghoul. Karena tidak ada satu pun manusia di sekitar sana, mereka pun mulai berpencar untuk mencari makan. Para ghoul mulai menjarah wilayah manusia yang tersisa. Mereka membunuh manusia demi makanan dan bertahan hidup.

Tokyo, satu-satunya kota yang masih utuh karena teknologinya yang lebih mutakhir dibanding wilayah lain di dunia, mulai sadar akan kemunculan para ghoul. Pemerintah pun mulai memperkuat pertahanan mereka, karena yakin, suatu hari, populasi ghoul akan datang ketika kehabisan makanan.

Sisa manusia di wilayah lain pun habis. Para ghoul secara bertahap menyusup masuk ke dalam Tokyo untuk mencari makanan. Di sanalah mulai terjadi pembantaian antar kedua kubu. Para manusia di Tokyo telah memiliki teknologi canggih untuk mempertahankan diri dari serangan ghoul, kedua kubu pun imbang.

Menghindari populasi mereka menipis, seseorang dari kubu ghoul membentuk suatu organisasi untuk menaungi para ghoul yang masih hidup. Populasi mereka hanya seperlima dari populasi manusia, tapi kekuatan hasil mutasi gen membuat mereka bertahan. Sementara manusia sendiri memiliki struktur pertahanan yang kuat dan dipimpin oleh seorang presiden. Mereka terus menciptakan teknologi baru untuk menghadapi ghoul.

Terbentuknya organisasi ghoul membuat para ghoul yang awalnya sembunyi-sembunyi untuk mencari makan, menjadi lebih berani dan terang-terangan menyerang manusia. Perang tidak terelakkan lagi. Kedua kubu pun saling menyerang tanpa henti.

Peperangan tanpa henti selama berpuluh-puluh tahun memunculkan sebuah kelompok minoritas, sebuah kelompok netral yang tidak memihak, baik kepada ghoul maupun manusia. Kelompok ini dipimpin oleh seorang ghoul setengah manusia, Megumi. Ia adalah wanita yang sangat adil dan bijaksana, sehingga orang-orang yang ada dalam kelompok itu setuju menjadikannya sebagai seorang pemimpin.

Megumi pun mengundang pemimpin kedua kubu dalam sebuah pertemuan di salah satu lapangan di kota Tokyo. Pertemuan ini bertujuan untuk mengajak kedua kubu berbicara dengan baik, tanpa saling menyerang satu sama lain. Sayangnya, kesepakatan gagal diraih karena kedua pemimpin kubu tersulut emosi satu sama lain. Di hadapan Megumi, lagi-lagi kedua kubu saling menyerang.

Karena tidak punya pilihan lain, Megumi menunjukkan sisi ghoul-nya kepada orang-orang. Ia melumpuhkan seluruh ghoul dan manusia yang saling menyerang tanpa terluka sedikit pun. Ia juga tidak membunuh satupun manusia dan ghoul yang ada di sana. Hal ini ia lakukan hanya untuk menunjukkan kekuatannya yang sebenarnya dan bahwa ia, sebagai bagian dari ghoul dan manusia, ingin kedua pihak berdamai.

Tidak ada yang mampu bertahan melawan Megumi. Kedua kubu akhirnya menyerah dan berjanji untuk melakukan gencatan senjata. Kedua kubu pun tunduk kepada Megumi yang kemudian diangkat menjadi presiden di Tokyo, untuk memimpin dan mengawasi, baik ghoul maupun manusia.

Inspired by: Tokyo Ghoul